Guna meningkatkan rasa nasionalisme siswa, Bosowa School Makassar mengadakan kunjungan sejarah ke Fort Rotterdam dan Makam Pangeran Diponegoro, Kamis (18/10). Diikuti oleh 15 siswa VIII, kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran yang menekankan pada konstekstual dan experiental learning.

Dalam kunjungan ini Kamaruddin staf Publikasi Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulsel selaku pendamping dan nara sumber mengajak siswa berkeliling dan menjelaskan tentang sejarah Benteng Fort Rotterdam dan sejarah perjuangan para pendahulu kita dalam mengusir penjajah Belanda.

Siswa antusias dapat melihat tembok benteng dan mengamati secara langsung struktur dinding begitu kokoh dan kuat untuk dijadikan tempat berlindung dan pusat kegiatan militer kerajaan gowa makassar.

Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman empiris kesejarahan perjuangan Kerajaan Gowa dan Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman kesejarahan melalui wawancara nara sumber dan melakukan sinkronisasi antara pelajaran dikelas dengan bukti-bukti kesejarahan yang nyata.

“Melalui kegiatan ini siswa diharapkan dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotism pelajar, menumbuhkan semangat mengenali dan menggali sejarah kedaerahan rakyat Sul-Sel, dan dapat meningkatkan peran Benteng Ujung Pandang sebagai media atau wahana pembelajaran aktif pelajar di Indonesia khususnya Sulawesi Selatan” Jelas Rifki Wijaya selaku guru IPS Bosowa School Makassar.

Bagikan

Komentar

Komentar

Tinggalkan Komentar anda